Sila klik link di bawah ini. Terima kasih :)

Dengarkanlah...

Saturday, April 7, 2012

HADIS: 7 Pesan Nabi Kepada Abu Dzar



Dari Abu Dzar Al-Ghiffari (Jundub bin Junadah) radhiyallahu 'anhu, dia berkata: "Orang yang aku kasihi (Rasulullah s.a.w) memerintahkan aku melakukan tujuh perkara:

1. Dia perintahkan aku mencintai dan mendekati orang-orang miskin.
2. Dia perintahkan aku agar melihat ke bawah, tidak melihat keatas.
3. Dia perintahkan aku agar tetap menjalin silaturahim, meskipun orang tersebut memutuskan.
4. Dia perintahkan aku agar tidak meminta-minta kepada orang lain walaupun sedikit.
5. Dia perintahkan aku agar mengucapkan kebenaran, walaupun pahit.
6. Dia perintahkan aku agar tidak takut kecaman orang-orang yang mengecam dalam mengamalkan agama Allah (Islam)
7. Dia perintahkan aku agar memperbanyak kalimat: La haula wa la quwwata illa billah (tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah). Sesungguhnya kalimat itu dari perbendaharaan di bawah 'Arsy. (HR. Imam Ahmad bin Hanbal)

Keterangan Hadis:
1. Nabi perintahkan untuk mencintai dan mendekati orang-orang miskin. Merasai sendiri kehidupan orang miskin tidak cukup hanya memberi zakat dan sedekah agar dapat menghilangkan rasa kesombongan dan menimbulkan rasa syukur kpd Allah. Orang miskin itu bukan hanya disantuni pada bulan Ramadhan shj, krn mereka perlu makan setiap hari.

‎2. Nabi perintahkan agar melihat ke bawah, tidak melihat keatas di dalam urusan dunia yg tertentu agar dapat membangkitkan rasa syukur dan tidak lupa pd nikmat yang telah diberi Allah. Jika dalam masalah ibadah disuruh kita melihat keatas, agar ibadah kita lebih baik daripada org lain.

3. Nabi perintahkan agar tetap menjalinkan hubungan silaturrahim, walaupun orang yg ingin kita silaturrahim tersebut memutuskannya dgn bersikap keras, menolak untuk berbaik bahkan tiada respon langsung. Jangankan dipelawa masuk kedalam rumah, pintu pun tidak dibuka.

4. Nabi perintahkan agar tidak meminta-minta kepada orang lain walaupun sedikit. Meminta hanya kpd Allah krn Allah itu Maha Kaya. Meminta kpd manusia, manusia itu faqir. Kerana meminta kpd manusia itu merendahkan maruah melainkan mengambil haq kita. Hari ini, orang yang mampu pun, nak minta juga. Sampaikan ada ulama’ tasawuf kata “Kalau saya suruh orang ambilkan tongkat saya, bererti saya telah menghilangkan tawakal saya pada Allah”.

5. Nabi perintahkan supaya mengucapkan haq (kebenaran), walaupun pahit. Jika memikirkan soal hati, berat untuk dikatakan atau takut org tersinggung dsb, yang haq itu tidak dapat ditegakkan. Firman Allah “Dan jika engkau menurut kebanyakan orang yang ada di muka bumi, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah” –Surah al-An’aam, ayat 116.

6. Nabi perintahkan supaya jangan takut terhadap kecaman, ejekkan, caci maki, sindiran orang-orang yang tak senang ketika kita mengamalkan agama Allah (Islam). Persetankan cakap2 orang krn kita lakukan bukan kerana orang lain tapi ikhlas kerana Allah spt menutup aurat dsb.

7. Nabi perintahkan agar sentiasa mengucapkan kalimat "La haula wa la quwwata illa billah" (Tidak ada daya kekuatan dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah). Kalimat ini adalah sebuah kalimat seorang hamba yang bergantung (tawakal) kepada kekuasaan Allah 100%. Wallahua'lam...

p/s: Mudah2an kita semua mendapat manfaat dari hadis di atas dan mengamalkannya semampu kita, insyaAllah.

Sumber: Hadis ini adalah kutipan dari kuliah subuh di Masjid Akramunnas, Pekanbaru, Riau yang disampaikan oleh Ustaz Haji Abdul Somad, Lc.MA, Pensyarah di Fakulti Usuluddin, Universiti Islam  Negeri Sultan Syarif Kasim, Riau, Indonesia. Beliau adalah lulusan Ijazah Sarjana Muda Universiti Al-Azhar, Mesir dan Ijazah Sarjana Universiti Dar Al-Hadis, Morocco dalam bidang hadis.

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
;